Apa siih Arti Bahagia??
Cieee .. cmiiw
"Suatu hari nanti,saya ingin keluarga yg bahagia... "
Hmmm . ga salah kok .
" Suatu saat nanti, saya ingin hidup bahagia dengan kesuksesan .. "
Hmmm . boleh boleh boleh .
" Suatu nanti, saya ingin .. bla bla bla bla bla .... "
Nah.
Siapa sih yang ngga ingin bahagia ? ( ngacung, yang ngga, hhehe )
" Suatu saat nanti, saya ingin hidup bahagia dengan kesuksesan .. "
Hmmm . boleh boleh boleh .
" Suatu nanti, saya ingin .. bla bla bla bla bla .... "
Nah.
Siapa sih yang ngga ingin bahagia ? ( ngacung, yang ngga, hhehe )
Tapi apa siih arti bahagia itu sendiri??
Pertanyaannya, apakah dengan punya itu, kita semua jadi bahagia ?
Tidak juga, kan ?
Lho, apakah karena mengatakan di atas, saya jadi ngga mau ?
Hahaha, betapa munafiknya saya. Mana mungkin saya mau menolak "kemantapan" diatas. buahagia deh itu hidup yah kayaknya ..
Tapi ... apalagi ?
Saya mungkin terlalu banyak membuat tulisan tentang semangat, pantang menyerah dan lain sebagainya. begitupun dengan tulisan mengenai indahnya keberhasilan dan lain sebagainya. padahal, tidak banyak orang tahu, bahwa saya, hanyalah seorang manusia biasa, yang kadang malas dan ingin mudahnya saja. dan tak banyak orang yang tahu, bahwa sebenarnya prestasi saya pun biasa-biasa saja, bahkan mungkin banyak gagalnya. dan, bukankah saya atau anda sama saja ? hhahahahaha.
Sekarang, saya membuat tulisan
tentang kebahagiaan.
Apa motifnya ? apakah saya sudah punya kekayaan ? tidak. uang jajanpun harus saya atur sedemikian rupa. Apakah saya ke sekolah menggunakan mobil ? tidak. punya motor pun tidak. Apakah saya cantik ? relatif, tergantung darimana sisi melihatnya. Apakah saya baik dan sholeh ? sudahlah, lebih baik diaminkan saja, karena saya pun sedang dalam prosesnya.
Pertanyaannya, apakah saya tidak bahagia ?
dan saja jawab dengan pernyataan, alhamdulillah, saya bahagia.
Lho, apa indikasinya ?
Tidak ada. dan tak akan pernah siapapun yang akan merasakannya, kecuali saya sendiri. Kenapa begitu ? apakah saya terlalu berlebihan, atau hanya keindahan retorika sastra belaka ?
Pada suatu pagi, terlintas dalam benak saya akan sesuatu hal. saya kadang merenung, apa sih yang saya usahakan ? apa sih yang bisa membuat saya bahagia ? apakah harus dengan mencapai semua keunggulan diatas ?
Apa motifnya ? apakah saya sudah punya kekayaan ? tidak. uang jajanpun harus saya atur sedemikian rupa. Apakah saya ke sekolah menggunakan mobil ? tidak. punya motor pun tidak. Apakah saya cantik ? relatif, tergantung darimana sisi melihatnya. Apakah saya baik dan sholeh ? sudahlah, lebih baik diaminkan saja, karena saya pun sedang dalam prosesnya.
Pertanyaannya, apakah saya tidak bahagia ?
dan saja jawab dengan pernyataan, alhamdulillah, saya bahagia.
Lho, apa indikasinya ?
Tidak ada. dan tak akan pernah siapapun yang akan merasakannya, kecuali saya sendiri. Kenapa begitu ? apakah saya terlalu berlebihan, atau hanya keindahan retorika sastra belaka ?
Pada suatu pagi, terlintas dalam benak saya akan sesuatu hal. saya kadang merenung, apa sih yang saya usahakan ? apa sih yang bisa membuat saya bahagia ? apakah harus dengan mencapai semua keunggulan diatas ?
apa maksudnya ?
Lho, silahkan kita pikir masing-masing.
Apakah kita membutuhkan pacar, atau menginginkan pacar ?
Apakah kita membutuhkan uang banyak, atau menginginkan uang banyak ?
Secara akal sehat, tentu kita menjawab, ya semua itu hanya keinginan.
Apakah kita membutuhkan oksigen, atau menginginkan oksigen ?
Apakah kita membutuhkan kaki, atau menginginkan kaki ?
Apakah kita membutuhkan mata, atau menginginkan mata ?
Secara akal sehat, tentu kita menjawab, ya semua itu hanya adalah kebutuhan.
Jadi kesimpulannya, syukurilah apa yang ada. karena, semua yang ada padamu itulah kebutuhanmu. dan yang memenuhi semua kebutuhan, adalah Allah Yang Maha Pemberi.
Komentar
Posting Komentar