Bangki, Bangkit, dan Bangkit lagi teman..
Assalamualaikum sahabat blogger :)))
Sejenak kita
keluar deh, dari rutinitas. yaa, sekedar melamun sambil meyeruput manisnya
coklat panas di malam hari, ditemani rintikan air hujan. sambil liat adik kita,
atau anak tetangga lah, yang lagi bobo. Rasanya damai gimanaa gitu yah. Ehem,

Kadang kalau
kita melihat anak umur segituan, biasanya tiap harinya itu pasti ada jadwal
khusus buat belajar jalan , iya kan ? disinilah kita lihat betapa seorang anak
kecil pun tak kalah sibuknya, dibandingkan kita yang sok-sok an sibuk. Yang
saya pernah amati, anak kecil yang baru belajar berjalan itu biasanya dipapah
terlebih dahulu oleh orang tuanya. satu, dua, satu, dua ... perlahan lahan kaki
mungil itu pun mulai menjejak di tanah, dan yang bikin anak itu makin kerasa
imutnya, kalau sepatunya yang dari karet itu udah mulai bunyi, "cuit ..
cuit .. cuit" . hhaha, ah, itu sih sepatu khas bayi.
Nah, hari
demi hari pun sudah dijalani sang anak untuk belajar berjalan. kini, levelnya
sudah "medium", naik satu tingkat dari "easy". dimulai
dengan merangkak, ia mencoba perlahan-lahan, dan ... gedebrus, ia
tersungkur ! tapi, apa yang terjadi ? kebanyakan anak hanya tertawa ! hhahaha.
dan mereka mencoba lagi ... terjatuh lagi ... bangun lagi .... tersungkur lagi
.... bangun lagi !
Kadang tak
jarang, mereka tak sadar mungkin mengalami cedera, karena mungkin terantuk
pintu, atau sedikit lecet tergores lantai. tapi, siapa yang paling riweuh
? yaa, yang pasti orang tuanya lah, iya kan ? kadang anaknya sih baik baik aja,
cuma bisa ketawa ketawa. tapi kalo nangis ya normal sih, tapi biasanya
kebanyakan cuma ketawa ketawa doang.
Kok, mereka
jarang menangis sih ? secara logika bisa terjawab kok, karena mereka belum tahu
artinya sakit, dan karena mereka belum dapat ilmu, atau belum dikasih tahu,
rasa sakit itu apa. intinya, mereka belum "tercemar" sebuah sugesti
yang diberikan orang, yaaa karena mereka belum dapat berpikir rasional. lha
wong masih 3 tahun kok. kita yang udah tua aja belum tentu bisa berpikir
rasional, kan.
Dari sedikit
merenung, kita ternyata bisa belajar dari itu.
Kita,
mungkin sering mengalami masalah. kita pun mengalami rutinitas yang kadang
membosankan ... berbicara prestasi anak sekolah, kita pun bak roda pedati,
kadang diatas, kadang dibawah.
Yang sering
dijadikan masalah adalah, ketika kita sedang "dibawah". suatu contoh
kasus, misalnya kita sudah belajar pol-polan tentang suatu materi, tapi kita
masih belum bisa berhasil mendapatkan hasil yang maksimal. dicoba lagi, masih
sama. dicoba lagi, masih sama juga, gagal, gagal, dan gagal.
Disinilah
titik klimaks, kita kadang mulai merendahkan diri dan menyepelekan potensi
diri. tahukah kita, kita sendirilah yang mengubur diri kita dengan sugesti
sugesti buruk yang bahkan datang dari dalam diri kita !
Sekarang,
kita merasa lemah dan ingin mati saja, karena mencap diri kita gagal.
Tapi, kenapa
kita tidak belajar dari seorang anak kecil tadi ? mengapa kita tidak mencontoh
arti besar perjuangan dari anak kecil tersebut ?
Pikirkan
saja, jika anak kecil berumur 3 tahun tadi bilang, "aduh, saya kok ngga
bisa jalan gini .... udah dicoba coba kok gagal terus.. duh bagaimana ini ...
ah, saya gagal .. gagal ... "
Kebayang kan
? berarti setiap anak kecil ngga akan mau belajar berjalan lagi, karena selalu
gagal di awalnya. otomatis, orang orang dewasa pun ngga akan bisa berjalan dari
kecilnya.
Sekarang,
lihat kita sendiri. apakah kita normal dan bisa berjalan ? bukankah kita dahulu
juga pernah menjadi seorang anak kecil, yang susah payah belajar berjalan ?
bukankah kita dahulu sering gagal, dan mencoba lagi, gagal lagi, mencoba lagi ,
hingga akhirnya kita berhasil berjalan, hingga sekarang ?

Lalu, apakah
kita tidak malu dengan diri kita di masa lalu yang tak pernah pantang menyerah,
sedangkan kita di masa kini, sudah hampir menyerah dengan keadaan ?
Jelas, bahwa
yang mempengaruhi kegagalan kita adalah sugesti dari dalam diri kita sendiri !
Sejenak,
marilah kita putar ruang dan waktu, dan ubahlah diri kita ini sejenak seperti
anak kecil tadi. Yaitu seperti anak kecil yang tak pernah pantang menyerah,
seperti anak kecil yang tak pernah terpengaruh sugesti, seperti anak kecil yang
selalu terseyum dan tertawa saat terjatuh, dan seperti anak kecil yang terus
bangun, dan mencoba lagi ....
Komentar
Posting Komentar